Selasa, 10 Februari 2009

Zalal

Dua hikmah antara mencari dunia dan akherat harus seimbang, mencari dunia jangan habis-habisan, banyak ibadah jangan lupa mencari dunia.

Hikam terdiri dari 282 bahasan, ini adalah kitab berdasarkan pengalaman syaikh Ibnu Athoillah As-Sukandari – Di Cairo. Hikam itu obat…(syifa) sebagai [praktek)

Hikam ini akan menjadi kunci bagi orang yang melakukan perjalanan menuju Allah, tidak akan terpakai oleh orang yang tidak meniti perjalanan kepada-Nya (salik). Manusia di cipta oleh Allah dalam keadaan sempurna, terus diberi akal, nafsu, syaithan, termasuk seluruh anggauta badan. Tujuan diberikan semuanya itu bagus. Dengan akal menjadi skills, dengan nafsu menjadi pendorong (ibarat mesin), syaithan untuk menguji kemampuan diri (dengan mengujinya). Bagi ahli tasawwuf semuanya manfaat. Sering nafsu mengalahkan akalnya, syaithan mengalahkan qolbunya, sehingga terpeleset (sesat).---Zalal (perintah Allah tidak dikerjakan, dan larangan di lakukan). Jadi belajar thoreqot itu jangan menunggu bersih dari kekurangan, justeru belajar thoreqot itu untuk menjauhkan diri dari kesalahan.
Banyak Ulama yang memandang thoreqot jelek, karena kurang semangat mencari kebenaran. Padahal ia tidak sadar sering meminta barokah kepada para Aulia makam-makam ziarah, seperti makan mau tetapi nasi tidak mau. Ini pemikirannya. Banyak yang terjadi orang yang melakukan zalal itu kemudian putus asa, (merasa salah terus dan putus asa). Orang yang melakukan perjalanan menuju Allah adalah, jangan menunggu umur 40 tahun, kalau ada anggapan begitu berarti kita harus menyerahkan diri kita dipermainkan/terkalahkan melawan syaithan sejak umur 15-40 tahun. apakah selama 25 tahun diri kita harus diserahkan kepada syaithan, belum tentu umur kita mencapai 40 th. (belajar dzikir setelah umur 40 tahun – pemikiran darimana).Belajar dzikir itu dari orok. thoreqot mikung (Thoreqot bagus, ibadah syariat goreng patut) Micung (fiqih jago ashar jam lima terus). Harus keduanya berjalan antara syariat dan thariqot..
Salik… apabila diangkat menjadi murid (talqin) ruhani langsung hebat. (tidak). Mari tafakkur, ada orang yang melakukan zalal sadar ada juga yang melakukan zalal tidak sadar.

Dalam perjalanan menuju Allah banyak yang Zalal (berlaku maksiat) seperti : malas, ghibah, sholat tidak tepat waktu, tidak berjamaah… maka hitunglah sifat jalal pada diri kita : tarkul makmurot, ijtinabul manhiatn (melaksanakan yang di larang dan mengerjakan yang di larang). Calon orang sholeh yakni dapat mengontrol diri mulai sekarang bahwa saya zalal.
Jangan putus asa walaupun kita telah mengontrol diri dari jalal tetapi masih zalal juga.




Pembahas I :

Baik dan jelek hakikat dari Allah
Banyak orang yang beramal (salik), malah sombong dengan amalnya, merasa sampai ibadahnya karena amalnya bukan karena sifat rohman rohimnya Allah , yang sampai itu bukan karena amalnya, bagi orang salik sampai kepada Allah dengan dijemput oleh Allah : yaa ayatuhannafsul muthmainnah………… karena orang yang akan di jemput oleh Allah adalah orang yang telah capek dengan amal perbuatan baik.

Dimana kita melakukan salah
Artinya Berjuang menjauhkan maksiat (zalal) dengan sungguh-sungguh, apabila terpeleset pada jalal, cepat kembali (taubat) ----- berupaya terus memperbaiki diri walaupun terus terpeleset. Dengan dzikir setiap bakda sholat tujuannya untuk terus memperbaiki diri dari kesalahan…jangan putus asa Allah lautan ampunan.

Diantara tanda (ciri) orang terlalu mengandalkan kepada Amalnya dalam menuju Allah, dan tipis/kurang pengharapan maka ketemu dengan terpelesat.
(---------jatuh bangun)

Kyai yang rajin tahajud/ibadah dengan istiqomah itu berjuang dulu melawan segala macam nafsu dan syaithan--- tarik menarik – (jangan instan, hanya ingin baik(istiqomah) tiba-tiba. Tetapi harus terus berjuang dulu…maju jangan putus asa)

Rumus-rumus jadi waliyulloh – dzikir (sirrul Asror)- wali adalah orang yang bertaqwa sempurna dari dulu, sekarang dan masa yang akan datang.

Sufi jangan diam saja di Goa , kasihan umat tidak di urus

(disadur dari Mutiara Hikam: Ajengan Jejen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar